LIPI Paparkan Kajian Efektivitas Tol Laut

 
 
Integrasi ekonomi melalui penguatan konektivitas antar pulau dan domestik-internasional merupakan sebuah kebutuhan bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan memeratakan hasil-hasilnya ke seluruh pelosok negeri. Konektivitas yang efektif dan efisien dapat tercapai jika sektor transportasi maritim terintegrasi dan menjadi bagian penting dari kerangka sistem logistik nasional. Pentingnya peran infrastruktur maritim menginisiasi pemerintah mendisain konsep dan mengimplementasikan strategi pengembangan tol laut. Namun, sejauh manakah efektivitas tol laut? Pembahasan lebih lanjut akan disajikan dalam Media Briefing Peran Infrastruktur Ekonomi Dalam Industri Maritim Nasional yang digelar Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Jum’at, 25 Agustus 2017.
 
Jakarta, 25 Agustus 2017. Pembangunan infrastruktur maritim memiliki peran yang krusial. Infrastruktur mempengaruhi biaya operasi, kualitas layanan, serta kecepatan dan ketepatan pengiriman. Pada gilirannya, peran yang dijalankan infrastruktur akan menjadi faktor pembentuk harga akhir produk. Apabila infrastruktur belum mampu menjalankan perannya secara optimal, maka ini akan mendorong tidak saja biaya transportasi, tetapi juga menyebabkan munculnya  disparitas harga dan ketidakseimbangan pembangunan ekonomi antar wilayah.
 
Tol laut merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi untuk mengembangkan sektor kemaritiman. Tol laut sendiri yaitu membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke. Strategi pengembangan tol laut didukung oleh berbagai macam paket kebijakan ekonomi, seperti Paket Stimulus No. 15 yang memfokuskan perbaikan sistem logistik.
 
Dalam kajian yang telah dilakukan oleh P2E LIPI, tim peneliti akan memaparkan kondisi terakhir perkembangan implementasi konsep tol laut. Temuan sementara memperlihatkan bahwa dimensi perspektif atas tol laut yang dipahami selama ini, yaitu port to port, seharusnya mulai diperluas menjadi door - port to port - door. Selain itu, tim peneliti juga akan memaparkan sejauh mana integrasi tol laut dengan sistem logistik nasional, apakah tol laut merupakan aktualisasi dari visi untuk membangun dari pinggiran, dan apakah tol laut mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, mulai dari Sabang sampai Merauke atau dari Miangas sampai Rote.
 

Keterangan Lebih Lanjut:
- Panky Tri Febiyansah (Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI)
- Maxensius Tri Sambodo (Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)


Sumber: Pusat Penelitian Ekonomi
Penulis: msa
Editor: isr


Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Panky Tri Febiyansah S.E., MIDEC.
Diakses : 614    Dibagikan :