LIPI Rintis Ekosistem Riset untuk Diaspora Peneliti Indonesia

 
 
Presiden Joko Widodo pada Senin, 25 November 2019 lalu bertemu dengan sejumlah peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang berada di Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi berpesan agar para ilmuwan tidak lupa untuk kembali dan membangun Tanah Air. Untuk membuka ruang interaksi para diaspora peneliti dengan pemangku kepentingan terkait juga mencari konsep ideal tentang ekosistem riset Indonesia,  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Diskusi Publik “Diaspora Peneliti Indonesia: Kiprah dan Tantangan”  yang akan menghadirkan empat diaspora peneliti yang kini telah berkiprah di LIPI pada Senin (9/12) di Jakarta.
 
Jakarta, 9 Desember 2019. Saat ini rasio jumlah SDM iptek sangat rendah yaitu 1:934 penduduk, daftar paten Indonesia hanya berjumlah 2.272 atau 24% dari 9.362 paten global, dan peringkat publikasi internasional masih diperingkat 52 dari 230 negara.Salah satu yang melatarbelakangi karena Indonesia hanya memiliki 301.885 SDM Iptek yang terdiri dari dosen, peneliti dan perekayasa, 1.280 peneliti di antaranya  telah menempuh pendidikan S3.

Pemberdayaan diaspora Indonesia, terutama diaspora peneliti untuk bekerja bagi Tanah Air masih belum maksimal. Untuk itu, LIPI secara aktif mencari dan merekrut  diaspora-diaspora peneliti untuk keunggulan kompetitif terhadap SDM aparatur. Sejak tahun 2018, LIPI membuka jalur diaspora dalam mekanisme perekrutan CPNS. “LIPI menciptakan ekosistem riset ramah inovasi melalui pembangunan infrastruktur riset serta melakukan penyempurnaan regulasi untuk mendukung platform riset ramah inovasi bagi para diaspora serta lulusan S3 terbaik dalam negeri,” terang Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko . Sampai saat ini, tercatat sudah 27 diaspora peneliti yang bekerja di LIPI sejak tahun 2014.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menjelaskan, beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia  Iptek. “Antara lain membangun ekosistem riset melalui skema manajemen talenta dan talent pool, juga pembinaan SDM Iptek sebagai future leaders dan great scientists melalui R&D Corporate University,” ujar Nur.

Diskusi Publik “Diaspora Peneliti Indonesia: Kiprah dan Tantangan” akan menghadirkan empat diaspora peneliti yang kini telah berkiprah di LIPI. Intan Suci Nurhati adalah peneliti arsip perubahan iklim. Setelah menjadi diaspora selama 10 tahun di Amerika Serikat dan Singapura, Intan sejak tahun 2015 menjadi peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.  Intan adalah  74 Ikon Apresiasi Prestasi Pancasila untuk bidang Sains dan Inovasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Beberapa pengharagaan yang pernah diraihnya adalah LIPI Young Scientist Awards 2018 , German Ministry of Education and Research (BMBF)'s Green Talents Award for International Forum of High Potentials in Sustainable Development, dan John Bradshaw Research Award, Georgia Tech.

Osi Arutanti bergabung sebagai peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI pada 2018. Sebelumnya selama lima tahun Osi  merupakan diaspora yang menetap di Jepang.. Penelitiannya mengeksplorasi alternatif fotokatalis yang terjangkau, bisa direalisasi, efisien, dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya. Ia baru saja menerima penghargaan L’Oreal-Unesco for Woman in Science National Fellowship 2019.

Ayu Savitri Nurinsiyah menjadi peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI pada 2019. Ayu sudah menyumbang kekayaan keragaman hayati Indonesia dengan menemukan 16 spesies baru keong darat di Jawa. Ia juga menerima penghargaan L’Oreal-Unesco for Woman in Science National Fellowship 2019 untuk riset spesies keong darat Jawa yang memiliki antimikroba dari protein lendirnya. Selama sembilan tahun, Ayu menjadi diaspora di Belanda, Prancis, Inggris, dan Jerman.

Sedangkan Mohammad Hamzah Fauzi merupakan peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI yang direkrut melalui jalur diaspora pada tahun 2019. Sejak tahun 2014, Hamzah bekerja menjadi asisten profesor di Tohoku University, Jepang.

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 266    Dibagikan :