LIPI Selenggarakan Simposium Internasional Pengelolaan Sumber Daya Hayati

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati bekerjasama dengan Heriot Watt University Inggris dan Feng Chia University Taiwan menyelenggarakan simposium internasional bertajuk "The International Symposium of Bioeconomics on Natural Resources Utilization (ISBINARU) 2017". Simposium ini membahas topik utama tentang pengembangan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya hayati dengan pendekatan bioekonomi. ISBINARU mengumpulkan ratusan ilmuwan dari lembaga penelitian, akademisi maupun kalangan praktisi untuk saling bertukar hasil penelitian dan informasi terbaru di bidang pemanfaatan sumber daya hayati dan aspek-aspeknya. Simposium tersebut berlangsung selama tiga hari pada 12-14 Oktober 2017 di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor).
 
Kota Bogor, 12 Oktober 2017. Penyelenggaraan ISBINARU 2017 merupakan bagian dari rangkaian peringatan 50 Tahun Kiprah LIPI dan Dua Abad Kebun Raya Bogor. "Simposium ini merupakan wadah bagi para peneliti antar disiplin ilmu, praktisi, pengajar, dan profesional untuk bertemu langsung guna memperluas pengetahuan serta berdiskusi agar melahirkan ide-ide baru untuk kemajuan penelitian, khususnya bidang sumber daya hayati," kata Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto.
 
Dengan tema "Sustainable Economics in Bioresoures", Bambang mengungkapkan, ISBINARU diharapkan mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian maupun akademisi dari perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memanfaatkan sumber daya hayati Indonesia secara berkesinambungan. "Kami pun terus mendorong para peneliti bidang hayati agar menghasilkan penemuan-penemuan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
 
Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI menambahkan, simposium internasional kali ini membahas empat topik penting. Pertama, adalah pangan yang berkaitan dengan teknologi pengolahan, penambahan nilai, keamanan dan keselamatan pangan. Kedua, kesehatan yang meliputi aspek teknologi, produk inovatif, dan jamu. Kemudian yang ketiga, yakni energi berbasis sumber daya hayati. "Dan keempat, lingkungan yang berkaitan dengan air, konservasi, dan pengelolaan," tambahnya.
 
Enny menyebutkan, tujuan utama ISBINARU adalah membahas perkembangan terkini tentang penelitian berbasis sumber daya hayati dengan pendekatan ekonomi dan sosial berkesinambungan dalam mendukung kemajuan Iptek. "Dari simposium ini, kami berharap lahir ide penelitian baru sehingga penelitian hayati ke depan semakin berkembang dan lebih baik lagi," tuturnya.
 
Sementara itu, ISBINARU menghadirkan sejumlah pembicara penting, antara lain Leuserina Garniati (Herriot Watt University), Shu-Yii Wu (CEO of ACABT, Feng Chia University), Chen-Yeon Chu (Feng Chia University), Bambang Prasetya (Kepala Badan Standardisasi Nasional/BSN), B. Didik Prasetyo (Presiden Direktur PT RNI). Pada hari pertama dan kedua, penyelenggaraan simposium difokuskan pada presentasi dan diseminasi informasi dalam bentuk poster dan flash oral presentation. Sedangkan di hari ketiga, para peserta melakukan kunjungan ke Museum Istana Kepresidenan, Museum Zoologi, dan Kebun Raya Bogor LIPI. ISBINARU sendiri dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala LIPI.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Enny Sudarmonowati (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas - Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)


Sumber: Kedeputian IPH LIPI
Penulis: pwd
Editor: isr


Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI


 
Sumber : Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati
Diakses : 201    Dibagikan :