Penghargaan Sarwono Prawirohardjo di HUT 40 LIPI

 
 
Jakarta, 21 Agustus 2007, Dalam rangka memperingati HUT-nya yang ke-40, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - LIPI kembali memberikan Penghargaan Sarwono Prawirohardjo kepada dua orang outstanding scientists Indonesia atas prestasi-prestasi dan pengabdiannya di bidang ilmu pengetahuan. Penghargaan Sarwono tahun ini akan diberikan LIPI kepada Prof. Dr. Emil Salim dan Prof. Dr. Ing. Iskandar Alisjahbana, Rabu, 22 Agustus 2007 di Gedung Widya Graha LIPI.

Kepala LIPI Prof. Dr. Umar Anggara Jenie menyatakan tradisi pemberian penghargaan Sarwono dilakukan sejak tahun 2001 dalam setiap puncak perayaan HUT LIPI. Kami ingin menunjukkan bahwa LIPI sebagai lembaga keilmuan yang terbesar dan tertua, sangat per hatian terhadap prestasi ilmiah yang bermakna serta dedikasi yang diberikan terhadap pengem bangan institusi ilmiah, baik pada aras nasional maupun internasional, yang telah dicapai oleh para ilmuwan Indonesia, paparnya.

Menurutnya Prof. Dr. Emil Salim dan dan Prof. Dr. Ing. Iskandar Alisjahbana sangat pantas untuk diberi kan suatu penghargaan ilmiah tertinggi oleh LIPI. Advokasi Pak Emil telah membangkitkan kesadaran masyarakat (public awareness) tentang pentingnya pelestarian lingkungan, dan dunia akademia menjadi kalangan pertama yang merespons advokasi Pak Emil ini, jelasnya.

Ditambahkannya, hasil advokasi Prof. Emil dapat dilihat pada dekade 80-an sampai dengan 90-an, dengan didirikannya banyak pusat penelitian lingkungan hidup di banyak perguruan tinggi, lembaga akademia maupun lembaga masyarakat. Beliau adalah pionir yang mengembangkan konsep mengintegrasikan lingkungan hidup dengan proses pembangunan, tambahnya.

Dalam banyak fora nasional maupun internasionalpun, Prof. Emil terus menerus menekankan tentang masalah ini. Inilah yang kemudian mendorong Asahi Glass Foundation memberikan penghargaan internasional (international award) bidang lingkungan, kepada beliau, yaitu the Blue Planet Prize pada tahun 2006 yang lalu, ungkapnya. Disamping penghargaan itu, beliau juga telah menerima Zayed International Prize for the Environment dari Uni Emirat Arab pada Februari 2006, dan Hamengku Buwono IX (HB-IX Award) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2005.

Tentang Prof. Dr. Ing. Iskandar Alisjahbana, Pak Umar menilai prestasinya di bidang inovasi teknologi telah dirintis sejak tahun 1968. Ketika pertama kali Dr. Arthur Clarck (ahli fisika dan penulis buku-buku sains-fiksi) mengemukakan istilah orbit geostasioner , beliaulah scientist Indonesia yang pertama-kali dapat menangkap dan memahami konsep itu, lanjutnya.

Kemudian lanjutnya, secara pro-aktif, menurutnya Prof. Alisjahbana mempromosikan konsep tersebut, yang berujung dengan dibangunnya Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa. Puncaknya adalah diluncurkan untuk pertama kalinya Satelit Palapa A-1 pada tanggal 08 Juni 1976, tegasnya. Peristiwa ini menjadikan Indonesia negara pertama di luar Amerika dan Uni Soviet yang menggunakan system komunikasi satelit; bahkan mendahului negara-negara Eropa, tandasnya. Sebagai penutup Pak Umar menambahkan tidaklah berlebihan bila kita katakan, Prof. Alisjahbana sebagai pionir atau bapak dari Teknologi Satelit Komunikasi di Indonesia ini.

Kilas Balik Sarwono Award dan Sarwono Memorial Lecture

Penghargaan Sarwono Award dan Sarwono Memorial Lecture mengambil nama Sarwono Prawirohardjo, sebagai penghormatan LIPI atas jasa-jasa Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo (alm) sebagai Bapak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sekaligus Ketua pertama lembaga ini. Oleh karena itulah penghargaan ini dinamakan Penghargaan Sarwono Prawirohardjo (Sarwono Award); sedangkan nama Kuliahnya adalah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture.

A. Penerima Penghargaan Sarwono ( Sarwono Award):

Letjen (Pur) Ali Sadikin (2002), Prof. Dr. Anugerah Nontji, Prof. Dr. Aprilani Soegiarto (LIPI) (2003), Prof. Dr. Taufik Abdullah (LIPI), Prof. Dr. Sjamsul Arifin Achmad (ITB) (2004), Dr. Setijati S. Sastrapradja (LIPI), Dr. Danny Hilman (LIPI) (2005), Dr. Amru Hydari Nazif (LIPI), Prof. Dr. Mien A. Rifai (LIPI) (2006), Prof. Dr. Emil Salim, Prof . Dr. Iskandar Alisyahbana (2007).

B. Pemberi Kuliah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture

Penceramah pertama dalam Sarwono Memorial Lecture tahun 2001 adalah Prof. Dr. Sangkot Marzuki dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkaman, dengan judul ilmiah Indonesia dan Revolusi Genom: Menyelusuri Sejarah Manusia Indonesia dan Masa Depan Bangsa . Selanjutnya pada tahun 2002, orasi Ilmiah diberikan oleh Dr. Iur. Adnan Buyung Nasution, Pendiri dan Anggota Dewan Penyantun LBH/YLBHI dan Anggota Internasional Commission of Jurist, yang mengangkat tema: Konstitusi, Demokrasi, dan Makna Kemerdekaan. Selanjutnya adalah Prof. John A. Katili, D.Sc., Ph,D, Mantan Deputi Ketua Bidang Ilmu pengetahuan Alam LIPI, dengan judul orasi Dinamika Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Rusia pada tahun 2003. Prof. Yohanes Surya, Ph.D, Universitas Harapan dengan judul orasi Nano Teknologi Terkini Menyambut Masa Depan pada tahun 2004, Prof. Dr. Taufik Abulah dengan judul orasi Ketika Awal Dirayakan dan Keharusan Dipatrikan pada tahun 2005, dan Prof Dr. Jan Sopaheluwakan dengan judul orasi Bencana Alam: refleksi pembelajaran diantara musibah dan berkah pada tahun 2006.

Keterangan lebih lanjut:

Biro Kerjasama & Pemasyarakatan Iptek LIPI
Heni Rosmawati, MSi Bagian Humas (08161932151)

Diakses : 502    Dibagikan : 0