Penguatan Infrastruktur Metrologi untuk Layanan Kesehatan yang Berkualitas

 
 
Disamping standardisasi dan penilaian kesesuaian, metrologi adalah salah satu pilar dalam infrastruktur mutu nasional yang memiliki peran yang mendasar terhadap jaminan kualitas layanan kesehatan. Untuk memperkuat peran ini, maka diperlukan upaya sinergi dalam memperkuat infrastruktur mutu nasional. Berkaca dari hal tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Metrologi menggelar kegiatan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (PPI KIM) ke-44 dengan tema “Penguatan Infrastruktur Metrologi untuk Menjamin Kualitas Layanan Kesehatan”. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Metrologi Dunia 2018 yang dilaksanakan di Jakarta pada 7-8 Mei 2018.
 
Jakarta, 7 Mei 2018. Berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, pemerintah bermaksud untuk meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) menjadi sebesar 71,5. Untuk mencapai target tersebut, kebijakan di bidang kesehatan harus mengarah ke peningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Fokusnya adalah pada upaya untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat hidup sehat, dan penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular (www.bappenas.go.id).
 
Menyikapi hal tersebut, LIPI melalui Pusat Penelitian Metrologi berupaya mendorong dan menyediakan jaminan ketertelusuran bagi peralatan ukur di wilayah RI, termasuk dalam hal ini peralatan ukur kesehatan, hingga dapat diakui oleh dunia internasional. “Ketiadaannya ketertelusuran alat ukur kesehatan ke Sistem Internasional (SI) dapat berakibat fatal pada interpretasi hasil pengukuran atau pengujian karena tidak ada jaminan kebenaran pengukuran atau pengujian yang dilakukan,” ujar Plt Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto.
           
Bambang mengatakan, ketertelusuran alat ukur kesehatan merupakan kata kunci utama yang dibahas dalam kegiatan PPI KIM kali ini. “Ketertelusuran alat ukur semakin menarik dikaji terutama ketika ada redefinisi SI. Infrastruktur metrologi sendiri pada hakekatnya adalah terbangunnya ketertelusuran dari peralatan ukur sampai ke standar acuannya yang merupakan realisasi dari definisi satuan ukuran,” jelasnya.
           
Dr. Mego Pinandito, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, menambahkan berbagai hasil penelitian telah dihasilkan oleh Pusat Penelitian Metrologi untuk mendukung jaminan kualitas infrastruktur kesehatan. “Salah satunya, LIPI telah mengembangkan sistem kalibrasi ear thermometer. Sistem ini rencananya juga akan digunakan di dalam uji banding internasional pada tahun ini,” tuturnya.
 
Sementara itu terkait kegiatan PPI KIM ke-44, Mego menyebutkan, kegiatan ini memiliki tiga agenda besar. Pertama, seminar ilmiah yang merupakan forum utama untuk berbagi ilmu pengetahuan. Kedua, peringatan Hari Metrologi Dunia 2018 bertemakan “Constant Evolution of the International System of Units”. Dan ketiga, workshop terkait dengan terbitnya ISO/IEC 17025 terbaru. Kegiatan ini direncanakan akan dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Mego Pinandito (Deputi Bidang Jasa Ilmiah  LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Metrologi 
Penulis: dnh
Editor: pwd,dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI


 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Metrologi LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ghufron Zaid M.Sc