LIPI Bersama PT. KAR Berhasil Kembangkan Produksi Benih Sapi Unggul

 
 
Keberhasilan pengembangan produksi benih sapi unggul berawal dari keinginan bersama antara Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR) yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2011 silam. Selama periode tersebut hingga saat ini, hasil kerja sama antara kedua institusi ini telah menghasilkan calon bibit unggul sapi lokal Indonesia yaitu Bali dan Sunda Onggol dan juga menghasilkan sapi turunan Belgian Blue pertama kali di Indonesia. Sebagai bukti nyata atas keberhasilan produksi benih sapi unggul tersebut, LIPI pun akan mengunjungi dan melihat lebih dekat hasil kerja sama penembangan bibit tersebut yang berlokasi di PT. KAR, Jl. Raya Cibodas Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Rabu, 4 Februari 2015.

Jakarta, 3 Februari 2015. Kerja sama antara Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dengan PT. KAR secara resmi telah ditandatangani pada tanggal 29 September 2011 silam. Setahun kemudian pada tanggal 15 Oktober 2012, Kerja Sama Operasional (KSO) antara kedua belah pihak ditandatangani. KSO itu berupa pengembangan produksi benih sapi unggul dengan joint research perbaikan genetik dan penyebarannya.

Lebih detil lagi, isi kerja sama antara Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dengan PT. KAR meliputi: (1) Pengembangan penelitian perbaikan mutu genetik sapi lokal Indonesia, (2) Memproduksi bibit-bibit unggul sapi lokal Indonesia dan eksotik mencakup pedet, embrio dan sperma baik sexing (jenis kelamin ditentukan) maupun tanpa sexing, (3) Melakukan kerja sama dengan pihak lain (Pemerintah Daerah, Industri, dan masyarakat lainnya), serta (4) Kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan dan pemagangan.

Kepala LIPI Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain mengatakan kerja sama tersebut berawal dari keinginan bersama untuk dapat berkontribusi dalam peternakan sapi nasional dengan mensinergikan potensi masing-masing. Kerja sama ini bertujuan untuk perbaikan mutu genetik ternak dan peningkatan populasi ternak sapi lokal dalam rangka mendorong tercapainya swasembada daging dan susu nasional, ungkapnya.

Dikatakan Iskandar, hasil kerja sama produksi bibit unggul telah menghasilkan capaian yang signifikan. Capaian tersebut adalah telah diproduksi ribuan dosis sperma sexing dan non-sexing dari jenis ternak Somba Ongole, PO, Limousin, Simental, FH. Kemudian, hasil lainnya ialah sapi lokal Bali dan Sumba Ongole yang lulus uji performance sebagai calon bibit unggul. Tak hanya itu, ada pula hasil sapi turunan Belgian Blue pertama di Indonesia yang saat ini berumur delapan bulan dan beratnya 235 kg.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI Prof. Dr. Enny Sudarmonowati menambahkan upaya produksi bibit ternak unggul diperlukan adanya laboratorium lapangan yang dapat digunakan untuk produksi dan evaluasi sperma, embrio dan kesehatan hewan. Laboratorium ini sudah banyak memproduksi sperma sexing dan non sexing juga pengontrolan kualitas produk. Keterlibatan KSO dalam kegiatan ini sebagai bentuk implementasi kegiatan riset yang dikembangkan oleh KSO ke lapangan/daerah, tutupnya.

Keterangan Lebih Lanjut:
- Dr. Syahrudin (Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI)
- Nur Tri Aries Suestiningtyas, MA (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

Penulis : dnh
Editor : pwd

Siaran Pers ini dibuat oleh Humas LIPI

Sivitas Terkait : Syahruddin

Diakses : 893    Dibagikan : 0