Selamat Datang Generasi Dua Pengganti Bensin!

 
 
Krisis energi dunia mendorong pengembangan penggunaan energi baru terbarukan yang berasal dari biomassa. Indonesia masih bertumpu kepada bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber utama energi. Padahal, BBM yang terbuat dari fosil akan habis 50 tahun lagi. Banyak sumber energi alternatif lain yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru terbarukan seperti biomassa alias bahan bakar nabati (BBN). BBN bersifat ramah lingkungan, dapat diperbaharui, serta mampu mengeliminasi emisi gas kontaminan dan efek rumah kaca. 2012, Indonesia Rintis Produksi Bioetanol.

Jakarta, 16 Agustus 2011. Presiden Republik Indonesia berkomitmen pada G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS) dan COP 15 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen (767 juta ton) dengan upaya sendiri melalui pengembangan energi baru terbarukan dan pelaksanaan konservasi energi dari seluruh sektor. Pengurangan emisi gas rumah kaca pada sektor transportasi dilakukan melalui pengembangan energi baru terbarukan. Dr. Yanni Sudiyani, Peneliti Utama Bioetanol Biomassa Lignoselulosa Pusat Penelitian (P2) Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional, Inpres No. 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan BBN. Dimana dalam Perpres telah ditentukan sasaran bauran energi tahun 2025 yaitu penggunaan energi baru terbarukan 17 persen, dan Sebanyak 5 persen dari 17 persen energi baru terbarukan tersebut dari BBN, ungkapnya.

Dia menjelaskan, BBN atau biofuel adalah energi berwujud cair yang berasal dari biomassa. Indonesia memiliki sumber biomassa yang begitu melimpah di mana salah satu yang prospektif adalah lignoselulosa dari limbah pertanian atau limbah industri. BBN pada prinsipnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga diesel (berupa biodiesel atau PPO) dan transportasi, berupa biodiesel dan bioetanol, serta biogas untuk kebutuhan rumah tangga pengganti minyak tanah.

Yanni mengatakan biodiesel sudah dikembangkan sejak beberapa waktu lalu dari pohon jarak. Sedangkan energi yang getol dikembangkan dan banyak menarik perhatian dunia saat ini adalah bioetanol generasi kedua. Berbeda dengan bioetanol generasi satu yaitu yang dihasilkan dari pati, teknologi prosesnya mudah, bioetanol generasi dua berasal dari lignoselulosa teknologi proses sangat sulit karena perlu perlakuan awal atau pretreatment. Menurutnya, penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar mempunyai beberapa keunggulan, di antaranya kandungan oksigen yang tinggi (35 persen) sehingga jika dibakar sangat bersih, ramah lingkungan karena emisi gas karbon monoksida lebih rendah 19-25 persen dibanding BBM sehingga tidak memberikan kontribusi pada akumulasi karbon dioksida di atmosfer.

Ia melanjutkan bahwa pengembangan produksi bioetanol generasi kedua skala pilot plan tengah dirintis melalui kerjasama antara LIPI dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA-Korea Selatan). Pilot Plan ini merupakan yang pertama di Indonesia, pada 2012 ditargetkan mampu memproduksi bioetanol-lignoselulosa dengan kapasitas 10 liter per hari, tandasnya. Sasarannya untuk campuran bahan bakar premium. Ini tantangan dan kesempatan bagi LIPI untuk mengembangkan riset untuk menghasilkan inovasi teknologi produksi etanol generasi ke dua dan turunannya (by product) dengan pendekatan multidimensi mulai dari hulu penanganan sumber baku, hingga hilir yaitu akhir, karena saat ini masih banyak kendala dan masih terbilang mahal.

Dari latar belakang tersebut, P2 Kimia LIPI bekerjasama dengan KOICA, Institute of Science & Technology and CHANGHAE Ethanol Co. Ltd. akan mengadakan The 1st Korea-Indonesia Workshop on Bioenergy from Biomass . Workshop ini yang bertema Intergrated Sustainable Development Technology of Bioenergy Based on Lignocelluloses . Tujuan adalah untuk memperkenalkan prospek teknologi bioenergi dari biomassa lignoselulosa. Hadir membuka acara Kepala LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim serta Mr. Sung Ho Choi (Resident Representative of KOICA Indonesia Office).

Keterangan Lebih Lanjut:
- Dr. Yanni Sudiyani (Peneliti Utama Bioetanol Biomassa Lignoselulosa P2 Kimia LIPI, hp. 0815 4617 5877)

Note/Undangan:
Siaran Pers ini sekaligus UNDANGAN untuk menghadiri Workshop Intergrated Sustainable Development Technology of Bioenergy Based on Lignocelluloses pada Kamis, 18 Agustus 2011 mulai pukul 09.00 WIB di Widya Graha LIPI Lt. 1, Jl. Gatot Subroto 10 Jakarta.

Diakses : 780    Dibagikan : 0