SRIKANDI, Platform Baru Rekam Uji Klinis Solusi Integritas Data

 
 
Integritas data dalam pengolahan data uji klinis sering menemui permasalahan, seperti data yang tidak valid atau tidak dapat dipercaya. Untuk itu, diperlukan sistem informasi yang memfasilitasi setiap fungsional dan data pada kegiatan uji klinis. Sistem SRIKANDI (Sistem Rekam Uji Klinis Andalan Indonesia) untuk Multi Center Clinical Trial (uji klinis) yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi solusi integritas data. Untuk mendesiminasikan sistem ini LIPI menggelar Webinar ‘SRIKANDI : Sistem Pengolahan Data Uji Klinik yang Lengkap dan Fleksibel’, pada Jum’at 25 Juni 2021.
 
Cibinong, 24 Juni 2021. Kualitas data uji klinis merupakan hal penting untuk mencapai cara uji klinis yang baik (CUKB). Kualitas data uji klinis dipengaruhi banyak hal salah satunya adalah integritas data. SRIKANDI merupakan aplikasi berbasis web yang mendukung akuisisi, manajemen, pengolahan/analisis data, monitoring dan audit uji klinis dengan single atau multiple center.. Sistem yang dapat diakses melalui https://mcct.hpc.lipi.go.id ini dapat mendorong kegiatan uji klinis mencapai akurasi dan kepatuhan regulasi. Hal tersebut sesuai dengan kriteria CUKB yang diberikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk  pengawasan pelaksanaan uji klinis.

Tim LIPI sejak tahun 2020 telah mengembangkan platform manajemen data uji klinis untuk multi center clinical trial (MCCT) bersama dengan BRIN, dan didukung ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Platform MCCT ini juga dikonsultasikan dan diuji oleh inspektor dari BPOM. “Kebutuhan obat untuk mengatasi pandemi Covid-19 menggerakkan para peneliti untuk mempermudah jalannya uji klinis kandidat obat. Platform ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan uji klinis obat di berbagai rumah sakit, karena data-data yang dihasilkan selama uji klinis dapat tersimpan dengan rapi,” ungkap Agus Haryono, Pelaksana Harian Kepala LIPI.

Agus menambahkan, Platform MCCT yang diberi nama SRIKANDI ini dipercaya akan mampu mempermudah tim peneliti uji klinis, sekaligus dapat mendongkrak ketertinggalan Indonesia dalam pelaksanaan uji klinis di dunia. “Keberhasilan pengembangan SRIKANDI ini menjadi bukti manfaat kolaborasi multidisiplin antara peneliti bidang informatika dan kesehatan, serta kolaborasi dari berbagai jenis profesi,” tegasnya.

Kepala Pusat Inovasi dan Pemanfaatan Iptek, Yan Rianto mengharapkan SRIKANDI dapat mendukung kegiatan uji klinis di Indonesia yang menghasilkan data yang sahih, dapat dipercaya, dan kredibel. “SRIKANDI dapat digunakan sebagai bukti dasar manfaat dan keamanan untuk pengembangan kebijakan program kesehatan, dalam rangka upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkas Yan.

Sebagai informasi, webinar akan menghadirkan pula Ali Ghufron Mukti (Direktur Utama BPJS Kesehatan), Rifki Sadikin (Koordinator Pelaksana Laboratorium Riset dan Peneliti Madya Pusat Penelitian Informatika LIPI), Lucia Rizka Andalucia (Direktur Registrasi Obat BPOM), Kusnandi Roesmil (Kepala Tim Uji Klinik FK Universitas Padjajaran), dan Bintang Sutjahyo (Peneliti Utama Uji Klinis Sel Punca dan Ketua Rejaselindo).
 
 

Sivitas Terkait : Dr. Yan Rianto M.Eng.
Diakses : 384    Dibagikan :