Strategi Kebijakan Pembanguan Inklusif dan Berkelanjutan untuk Pemulihan Pasca-Pandemi COVID-19

 
 
Potensi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk meredam dampak negatif pandemi COVID-19 saat ini dan di masa depan.Untuk itudibutuhkan penguatan kebijakan pembanguan ekonomi, daya saing perekonomian, pengentasan kemiskinan,dan pemerataan pembangunan di Indonesia. Untuk mengetahui pembahasan strategi kebijakan tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi akan menggelar secara daring The 5th Thee Kian Wie Lecture Series 2020Kebijakan Pembangunan yang Inklusif dan BerkelanjutanStrategi Pemulihan Pasca-Pandemi”, pada Rabu, 26 Agustus 2020 melalui aplikasiZoom Meeting (https://s.id/TKW-Lecture) dan live-streaming di kanal Youtube LIPI mulai pukul 08.30 WIB.

Jakarta, 25 Agustus 2020.Kondisi pandemi yang berdampak serius di semua lini kehidupanmemerlukan kebutuhan akan langkah-langkah pemulihan yang tepat, cepat, dan dapat menyentuh seluruh kalangan. Studi penguatan daya saing menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, diharapkan dapat menjadi pendorong untuk kebijakan yang lebih berkelanjutan,ujar Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho.

Menurut Agus, pembahasan strategi kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan terkait erat dengan aspek peningkatan kemampuan industri; pembangunan rendah karbon; penurunan emisi sektor energi, industri; kehutanan, pertanian dan limbah; tata kelola pemerintahan; serta pelaku usaha. “Pelaku usaha sebagai aktor utama dalam perekonomian sekaligus sebagai pencipta inovasi diharapkan dapat menjadi penggerak terciptanya iklim usaha yang inklusif dan berkelanjutan,jelasnya.

Thee Kian Wie Lecture Series diselenggarakan sebagai bentuk tanggungjawab keilmuan para peneliti di Pusat Penelitian Ekonomi LIPIjuga sebagai bentuk penghargaan kami sekaligus mengenang jasa-jasa peneliti senior mendiang Thee Kian Wie (1935-2014), dengan warisan luar biasa baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan sosial dan kebijakan ekonomi di Indonesia.

Penghargaan pun telah diraih oleh mendiang Thee Kian Wie semasa hidupnya, diantaranya: Doctor Honoris Causadari Australian National University (2004); Habibie Award(2006); dan LIPI Sarwono Award(2008).“Keteladanan Pak Thee sebagai peneliti yang sangat handal dan produktif, dengan kepribadian yang murah hati, disiplin, dan humoris, telah memberikan inspirasi bagi para peneliti dan akademis hingga sekarang. Sebagai pakar sejarah ekonomi, Pak Thee senantiasa mengajarkan dengan melihat kepada sejarah sebelum membuat keputusan,” ujar Agus.

Direncanakan akan hadir sebagai pembicara adalah Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro; ekonom senior dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Emil Salim, serta peneliti senior Center for International Forestry Research (CIFOR) dan penerima LIPI Sarwono Award 2018. Prof. Daniel Murdiyarso.

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Agus Eko Nugroho S.E.M.Appl.Econ.
Diakses : 877    Dibagikan :