Transformasi Metode Digital untuk Penelitian Sosial dan Humaniora di Masa Pandemi COVID-19

 
 

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi meluaskan fungsi-fungsi aktivitas manusia yang semakin terelaborasi dalam dunia maya, tak terkecuali dalam aktivitas penelitian. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesi (LIPI) menyikapi kegiatan riset di masa pandemi COVID-19 dengan transformasi pengumpulan data secara daring. Hal tersebut memudahkan para peneliti sosial dan humaniora untuk mengumpulkan data primer dan sekunder tanpa tatap muka angsung sehingga pemanfaatan metode penelitian berbasis digital dapat menjadi kekuatan baru bagi penelitian sosial dan humaniora, khususnya dalam visualisasi hasil riset, skala penelitian dan intensifikasi waktu penelitian. Untuk membahas lebih dalam, LIPI akan menggelar webinar “Talk to Scientists: “Transformasi Metode Digital untuk Penelitian Sosial dan Humaniora di Masa Pandemi COVID-19”, pada Senin, 31 Agustus 2020 melalui aplikasi Zoom

Jakarta, 30 Agustus 2020. Selama masa pandemi, sebagian besar penduduk Indonesia dan dunia harus melalui hidup dengan ruang gerak yang sangat terbatas. “Sebagai institusi yang mengawasi dan membina penelitian di Indonesia, LIPI menyikapi kegiatan riset di masa pandemi COVID-19 dengan melakukan transformasi pengumpulan data secara daring” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tri Nuke Pudjiastuti.
Menurut Nuke, metode pengumpulan data pada penelitian sosial dan humaniora melalui kegiatan non-tatap muka bukan sebuah hal yang baru. “Tahun 1990, mulai ada pergeseran publikasi cetak ke publikasi digital seperti open acces repositories. Kemudian, bermunculan survei berbasis daring untuk pengumpulan data primer dan retrieving data melalui Big Data,” terangnya.

Melalui webinar ini, Nuke menjelaskan, LIPI memberikan informasi pemilihan metode digital, yang disesuaikan dengan standardisasi terhadap instrumen penelitian berbasis digital yang dapat memenuhi aspek validity dan reliability ilmiah. “Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendekatan ini, seperti pemenuhan kaidah-kaidah ilmiah, validasi data, aspek keterwakilan, kesenjangan infrastruktur dan akses terhadap instrumen digital hingga kapasitas dari peneliti,” ungkapnya.

Selanjutnya, Nuke menambahkan, webinar ini juga akan menjelaskan bagaimana metode digital menghadirkan kondisi selayaknya penelitian yang bersifat pengamatan secara langsung. “LIPI melalui Kedeputian bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan bermaksud memberikan pemahaman melalui webinar ini, mengenai metode penelitian berbasis digital yang menjadi kekuatan baru bagi penelitian bidang sosial dan humaniora,” pungkasnya. 



Sivitas Terkait : Dr. Tri Nuke Pudjiastuti M.A.
Diakses : 1272    Dibagikan :