WNPG XI Bahas Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting untuk SDM Indonesia yang Berdaya Saing

 
 
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) merupakan forum multi stakeholder antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat luas untuk memberikan rekomendasi arah perubahan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia. WNPG XI Tahun 2018 ini mengangkat tema “Percepatan penurunan stunting melalui revitalisasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”. Penyelenggaraannya sendiri merupakan kerja sama LIPI dengan Kemenko PMK, Kementerian PPN/Bappenas, Kemenristekdikti, Kementerian Kesehatan, KKP, Kementerian Pertanian, Badan POM, dan BSN, yang berlangsung sejak bulan Januari 2018 untuk mempersiapkan rumusan rekomendasi WNPG.  Kegiatan yang diselenggarakan pada 3-4 Juli 2018 ini membahas lima topik utama yang sejalan dengan pilar RAN PG 2017-2019.
 
Jakarta, 3 Juli 2018. WNPG XI bukan hanya melihat pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga pentingnya intervensi pencegahan secara komprehensif terhadap persoalan stunting yang sedang terjadi. Terdapat lima topik utama yang dibahas pada WNPG XI ini, yaitu pertama adalah peningkatan gizi masyarakat. Kedua, peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam. Ketiga, peningkatan penjaminan keamanan dan mutu pangan. Keempat, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan, kelima adalah koordinasi pembangunan pangan dan gizi.
 
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko menjelaskan bahwa pertanyaan pokok yang ingin dijawab dalam WNPG XI Tahun 2018 adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan/percepatan efektivitas kebijakan, program dan strategi penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia. “Tujuan dari penyelenggaraan WNPG XI ini yakni untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas kebijakan serta program pangan dan gizi terkait prevalensi stunting secara lintas pemangku kepentingan untuk lima tahun kedepan, guna masukan RPJMN 2020-2024, yang didalamnya akan keluar standar Angka Kecukupan Gizi dan diharapkan menjadi acuan lima tahun mendatang,” katanya.
 
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Puan Maharani menjelaskan, kasus malnutrisi seperti gizi buruk dan stunting masih menjadi persoalan di Indonesia. Bahkan sepertiga dari jumlah balita di Indonesia mengalami masalah stunting. “Persoalan stunting pada anak akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia ke depan. Studi menunjukan bahwa potensi kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh stunting mencapai 2-3 persen PDB setiap tahunnya. Sebaliknya, intervensi penurunan stunting akan membawa keuntungan ekonomi sebesar 48 kali lipat dari setiap investasi yang dikeluarkan. Untuk itu, penurunan stunting harus menjadi prioritas dalam upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan berdaya saing”, ujarnya.
 
 Puan sangat menyambut baik adanya WNPG XI ini. “Saya berharap forum ini tidak hanya membangun wacana akademis saja, tetapi juga masukan yang konstruktif dan operasional yang dibutuhkan bangsa ini,” terangnya. Stunting tidak hanya masalah kesehatan tetapi disebabkan oleh faktor multidimensi seperti akses pangan, layanan kesehatan dasar termasuk akses air bersih dan sanitasi, serta pola pengasuhan. Sangat diperlukan pendekatan berbagai pihak untuk mengatasinya baik swasta, masyarakat, industri maupun pemerintah. Di samping itu, isu utama stunting yang menjadi tantangan bersama, bahkan tanpa disadari menjadi masalah utama yaitu perilaku hidup sehat dan bersih serta persoalan klasik koordinasi pusat-daerah dan antar K/L.
 
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir juga mengharapkan bahwa WNPG XI dapat menjadi arah dalam pengembangan riset pangan dan gizi kedepan, agar hasil penelitian  bisa berdampak langsung pada perbaikan kualitas SDM. “Secara spesifik, mampu berkontribusi pada pengurangan dan pencegahan stunting,” ujarnya. Nasir juga menegaskan bahwa upaya meningkatkan kemampuan iptek dan inovasi  dalam mendukung sektor pangan dan gizi ini memerlukan waktu yang panjang, kerja keras, konsistensi, dan tidak kalah penting, kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. “Mari kita bergandengan tangan demi revitalisasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
 
Sebagai informasi, WNPG XI menghadirkan Menko PMK, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menristekdikti pada pembukaan kegiatan, dan Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Menteri KKP, dan Menteri Sosial sebagai pembicara kuncinya. Di samping itu, secara khusus ada pengarahan dari Wakil Presiden, yang merupakan penanggung jawab Program Nasional prevalensi stunting pada hari pertama tanggal 3 Juli 2018. Setelah pembacaan rekomendasi pada hari kedua siang, acara WNPG direncanakan akan ditutup dengan pengarahan langsung oleh Presiden RI.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Tri Nuke Pudjiastuti (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI)
  • Mego Pinandito (Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI)
  • Nur Tri Aries Suestiningtyas (Plt. Sekretaris Utama LIPI)

Sumber: Tim Panitia WNPG XI Tahun 2018
Penulis: pwd, lyr
Editor: dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI


 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.