WNPG XI Targetkan Rekomendasi Strategis untuk Pangan dan Gizi Indonesia

 
 
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) adalah forum multi stakeholder yang mempunyai peran strategis untuk mengubah arah pelaksanaan kebijakan terkait stunting. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendapatkan mandat untuk menyelenggarakan WNPG, dimana ini merupakan forum multi stakeholder antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memberikan arah perubahan kebijakan pangan dan gizi. Pada WNPG XI Tahun 2018, LIPI bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) fokus pada isu strategis saat ini dan masa depan yang harus diselesaikan, yaitu percepatan penurunan angka stunting. Fokus ini menjadi tema WNPG XI yang akan dihelat pada 3-4 Juli 2018, yakni “Percepatan penurunan stunting melalui revitalisasi ketahanan pangan dan gizi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”. Soft Launching WNPG XI ini akan digelar pada Senin, 29 Januari 2018 di Ruang Seminar PDII LIPI Lt. 2, Jakarta.
 
Jakarta, 29 Januari 2018. LIPI memandang daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia menjadi faktor yang krusial untuk penguatan daya saing bangsa dan negara di masa mendatang. Membangun daya saing SDM Indonesia ternyata tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga bagaimana menyiapkan sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Di sini, persoalan besar stunting itu muncul, mengingat bahwa Indonesia adalah negara kelima terbesar dalam masalah stunting.
 
Untuk itu, WNPG XI dipandang merupakan forum yang strategis untuk membahas stunting. Harapannya, forum ini bisa memberikan rekomendasi untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. “WNPG sendiri merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap empat tahun sekali dengan luaran rekomendasi ilmiah bagi pemerintah dan stakeholders terkait lainnya,” kata Plt. Kepala LIPI, Bambang Subiyanto.
 
WNPG XI yang digelar tahun ini merupakan forum lintas sektoral dengan peran strategis dalam berbagai program dan kebijakan pangan dan gizi untuk percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. “LIPI berupaya melalui riset-risetnya mendukung kebijakan pangan dan gizi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia, yang diwujudkan melalui rekomendasi dalam WNPG XI,” ungkapnya.
 
Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI yang juga merupakan Ketua Tim Pakar WNPG XI Tahun 2018 menegaskan, stunting pada intinya adalah gizi buruk dan rendahnya kemampuan kognitif. “Permasalahan itu tidak mudah untuk dideteksi secara awam. Tetapi ketika Rikesdas (2013) menunjukkan data prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2%, artinya ini merupakan merupakan permasalahan yang sangat serius dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, sehat, dan produktif untuk dapat berdaya saing tinggi,” jelas Nuke.
 
Nuke melanjutkan bahwa dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, pemerintah telah secara serius melaksanakan program yang terintegrasi di 100 kabupaten dengan 1000 desa yang diikuti oleh berbagai kementerian dan lembaga. “Namun demikian, permasalahan stunting bukan hanya permasalahan kesehatan saja, tetapi mencakup banyak faktor lain secara langsung dan tidak langsung, terutama perilaku masyarakat tentang kesadaran pentingnya gizi yang baik sejak awal kehidupan”, tuturnya.
 
Selain juga, pentingnya masalah pendidikan, penyediaan lingkungan yang sehat baik air dan sanitasi. “Namun, hal yang juga menjadi permasalahan terberat adalah koordinasi antar kementerian/lembaga, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah”, tegas Nuke. Semua itu akan dibahas secara komprehensif di dalam WNPG XI tahun 2018 ini.
 
Mego Pinandito, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI yang juga merupakan Ketua Panitia WNPG XI Tahun 2018, mengatakan bahwa penyelenggaraan WNPG XI berupaya menjawab dan memberikan rekomendasi ke pemerintah pusat dan daerah, industri, akademisi, dan masyarakat terkait berbagai persoalan nasional seputar permasalahan stunting. “Fokusnya adalah pada apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan intervensi gizi yang telah ada. Sehingga, upaya itu mampu mendorong political will seluruh pihak yang terkait dengan bidang pangan dan gizi untuk terlibat dan mencari model implementasi partisipatif,” ungkapnya.
 
Kemudian, Mego menuturkan bahwa WNPG XI kali ini juga berupaya untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas program penurunan stunting yang sinergis dan mampu menyatukan seluruh pihak. “Selain itu, melalui WNPG XI, LIPI juga berupaya mendorong diseminasi hasil-hasil penelitian LIPI terkait pangan dan gizi agar mampu tersambung ke industri dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah”, ujarnya.
 
Pada intinya, WNPG XI juga mengajak masyarakat untuk memahami pangan dan gizi secara baik, serta seluruh pihak terkait untuk berkoordinasi secara sinergis dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia. Secara khusus, LIPI ingin mengimplementasikan peran iptek untuk meningkatkan pelayanan gizi masyarakat, aksesibilitas pangan yang beragam, penjaminan keamanan dan mutu pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan pembangunan pangan dan gizi.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Mego Pinandito (Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI/Ketua Panitia WNPG XI Tahun 2018)
  • Nur Tri Aries Suestiningtyas (Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Tim Panitia WNPG XI Tahun 2018
Penulis: pwd
Editor: dig

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.
Diakses : 1128    Dibagikan :